[Medan | 18 Agustus 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026) setelah libur panjang Hari Kemerdekaan RI ke-81. Sejumlah katalis domestik, mulai dari realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi hingga rencana restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pasar. Adapun Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.450-6.480 pada perdagangan hari ini.
Investasi Jadi Katalis Domestik
Salah satu sentimen positif berasal dari capaian investasi Indonesia yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus lalu. Realisasi investasi pada semester I-2026 telah mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Pada periode yang sama, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% secara tahunan, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% hingga akhir 2026.
Bagi pasar, angka tersebut menunjukkan aktivitas investasi masih cukup solid. Namun, investor akan melihat apakah investasi tersebut mulai menghasilkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian domestik. Phintraco menilai investasi dapat menjadi katalis bagi perbankan, konsumsi, industri, dan konstruksi apabila mulai menghasilkan multiplier effect terhadap konsumsi dan penyaluran kredit.
Artinya, pasar tidak hanya akan melihat berapa besar investasi yang masuk, tetapi juga seberapa besar investasi tersebut berubah menjadi aktivitas ekonomi, kredit, pendapatan, dan laba perusahaan.
BUMN Jadi Perhatian Berikutnya
Selain investasi, rencana penataan BUMN juga menjadi sentimen penting bagi IHSG. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi maksimal 300 entitas pada akhir 2026. Dalam proses restrukturisasi tersebut, lebih dari 750 entitas direncanakan ditutup karena dinilai tidak produktif.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan dividen BUMN tahun buku 2026 mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan penyertaan modal negara (PMN). Kebijakan tersebut berpotensi menjadi sentimen positif apabila restrukturisasi benar-benar mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan negara.
Namun, investor juga akan mencermati dampaknya terhadap perusahaan yang masuk dalam ekosistem BUMN, termasuk bagaimana proses konsolidasi, divestasi, merger, maupun penutupan entitas dilakukan. Bagi pasar saham, restrukturisasi BUMN akan dinilai positif apabila mampu meningkatkan return dan efisiensi, bukan sekadar mengurangi jumlah entitas.
IHSG Masih Punya Ruang Naik
Secara teknikal, ruang penguatan IHSG masih terbuka setelah indeks mengalami rebound pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat IHSG berpotensi melanjutkan tren naik menuju 6.545 setelah kembali mendekati resistance internal di 6.422. “IHSG berpotensi untuk melanjutkan tren naik sebelumnya menuju 6.545,” ujar Ivan.
Namun, level 6.422 menjadi area penting yang perlu diperhatikan. Selama IHSG belum mampu menembus level tersebut secara meyakinkan, risiko konsolidasi atau koreksi masih tetap terbuka. Support IHSG berada di 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887, sedangkan resistance berikutnya berada di 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835. Dengan begitu, area 6.422-6.480 menjadi zona penting untuk melihat apakah rebound IHSG setelah libur panjang dapat berlanjut menjadi tren penguatan berikutnya.
Sektor Apa yang Berpotensi Diuntungkan?
Jika sentimen investasi dan pertumbuhan ekonomi semakin kuat, sektor perbankan menjadi salah satu yang berpotensi memperoleh manfaat melalui peningkatan permintaan kredit. Sektor konstruksi dan industri juga berpeluang mendapatkan katalis apabila investasi mulai masuk ke proyek fisik dan meningkatkan aktivitas produksi.
Sementara itu, sektor konsumsi akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhan investasi benar-benar memberikan efek berganda terhadap daya beli masyarakat. Namun, investor perlu memperhatikan bahwa pertumbuhan investasi tidak otomatis langsung meningkatkan laba emiten. Dampaknya tetap bergantung pada jenis investasi, lokasi proyek, sektor penerima investasi, serta seberapa cepat proyek tersebut masuk ke tahap operasional.

