[Medan | 28 Agustus 2026] Morgan Stanley & Co. International Plc dilaporkan menambah kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga melewati ambang 5% hak suara. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp23 per saham, jauh di bawah harga perdagangan GOTO di Bursa Efek Indonesia yang berada di level Rp50 per saham.
Morgan Stanley Tambah 3,79 Miliar Saham GOTO
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (26/8/2026), Morgan Stanley melakukan dua transaksi pada 21 Agustus 2026. Transaksi pertama berupa pembelian 3.138.522.500 saham, sedangkan transaksi kedua berupa transaksi lainnya sebanyak 657.341.400 saham. Keduanya dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp23 per saham. Dengan demikian, total saham yang bertambah mencapai sekitar 3,79 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp87,3 miliar.
Sebelum transaksi, Morgan Stanley tercatat memiliki 55,57 miliar saham GOTO atau setara dengan 4,8% hak suara. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat menjadi 59,37 miliar saham atau sekitar 5,1% hak suara. Transaksi dilakukan secara tidak langsung melalui skema repurchase agreement (repo) dan tujuan transaksi dicatatkan sebagai investasi.
Kenapa Beli di Rp23, Padahal GOTO Rp50?
Perbedaan harga ini menjadi bagian yang menarik perhatian pasar. Saham GOTO pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026) masih berada di level Rp50 per saham, sedangkan harga transaksi Morgan Stanley tercatat Rp23.
Namun, harga Rp23 tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai harga pasar atau valuasi GOTO. Transaksi dilakukan melalui skema repo sehingga harga yang tercantum dalam keterbukaan informasi tidak serta-merta mencerminkan harga yang berlaku di pasar reguler BEI.
Dalam transaksi repo, saham digunakan sebagai underlying transaksi pendanaan dengan ketentuan tertentu antara pihak-pihak yang terlibat. Karena itu, investor perlu berhati-hati dalam membandingkan harga transaksi tersebut dengan harga GOTO di pasar.
Kepemilikan Tembus 5% Jadi Perhatian
Yang lebih menarik bagi pasar justru perubahan kepemilikan Morgan Stanley dari 4,8% menjadi 5,1%. Kenaikan tersebut membuat Morgan Stanley melewati batas 5%, sehingga perubahan kepemilikannya menjadi lebih relevan untuk diperhatikan investor karena menunjukkan adanya peningkatan eksposur terhadap GOTO.
Morgan Stanley sendiri mencatat tujuan transaksi tersebut sebagai investasi. Namun, belum dapat disimpulkan bahwa transaksi ini merupakan sinyal bahwa Morgan Stanley secara agresif melakukan akumulasi GOTO di pasar reguler. Apalagi transaksi dilakukan secara tidak langsung melalui repo.
Fundamental GOTO Mulai Berubah
Di sisi lain, transaksi tersebut terjadi ketika fundamental GOTO mulai menunjukkan perbaikan. Pada kuartal II-2026, GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar, melanjutkan laba Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Artinya, GOTO telah membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor mulai melihat adanya potensi perubahan fundamental perusahaan.
Namun, tantangan GOTO masih berada pada aspek likuiditas dan price discovery. Saham tersebut masih tertahan di level Rp50 karena batas minimum harga saham BEI belum dihapus. BEI sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan penghapusan batas minimum harga Rp50 untuk memberikan ruang price discovery yang lebih baik.
Jadi, Apakah Ini Sinyal Bullish?
Belum tentu secara langsung, tetapi jelas menjadi perkembangan yang menarik. Kenaikan kepemilikan Morgan Stanley hingga melewati 5% menunjukkan bertambahnya eksposur terhadap GOTO, sementara perusahaan sendiri sedang menunjukkan perbaikan kinerja operasional.
Namun, investor jangan langsung menyimpulkan bahwa “Morgan Stanley membeli GOTO Rp23, berarti GOTO seharusnya Rp23 atau Morgan Stanley melihat harga Rp50 murah.” Struktur repo membuat interpretasi harga transaksi tersebut berbeda dengan pembelian saham biasa di pasar reguler.
Untuk GOTO, katalis yang lebih penting ke depan justru adalah penghapusan floor price Rp50, keberlanjutan profitabilitas, kemampuan memperbaiki likuiditas saham, serta kemungkinan kembali masuk ke indeks global. Jika fundamental terus membaik dan price discovery setelah penghapusan batas Rp50 berjalan positif, ruang pergerakan GOTO akan menjadi jauh lebih terbuka.

