IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di RDG Hari Ini

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 18 Juni 2026] Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50% pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diumumkan hari ini. Setelah menaikkan BI Rate total 75 basis poin sejak Mei 2026, sebagian besar ekonom menilai BI perlu memberi waktu bagi kebijakan tersebut untuk bekerja sebelum mengambil langkah lanjutan.

Contents
Kubu Pertama: BI Sebaiknya Menahan Suku BungaKubu Kedua: Risiko Kenaikan Suku Bunga Belum HilangRupiah dan Harga Minyak Jadi KunciApa yang Perlu Diperhatikan Pasar Hari Ini?Dampak ke Pasar Obligasi

Namun di balik konsensus pasar yang memperkirakan hold, perdebatan mengenai arah suku bunga Indonesia masih jauh dari selesai. Sebagian ekonom menilai siklus pengetatan sudah cukup, sementara kelompok lainnya masih melihat peluang kenaikan suku bunga tambahan pada semester kedua tahun ini.

Kubu Pertama: BI Sebaiknya Menahan Suku Bunga

LPEM FEB UI menjadi salah satu institusi yang memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 5,50%.

Argumen utamanya adalah kenaikan 75 basis poin yang dilakukan sejak Mei sudah cukup agresif untuk meredam tekanan terhadap Rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi. Selain itu, tekanan inflasi saat ini dinilai lebih banyak berasal dari sisi pasokan, seperti kenaikan harga pangan dan energi, sehingga tambahan kenaikan suku bunga tidak akan terlalu efektif untuk menurunkan inflasi dalam jangka pendek.

Di sisi lain, tekanan terhadap Rupiah mulai mereda dibandingkan awal Juni ketika nilai tukar sempat menembus Rp18.000 per dolar AS. Penurunan harga minyak dunia pasca kesepakatan damai AS-Iran juga membantu mengurangi risiko inflasi impor dan tekanan terhadap defisit transaksi berjalan.

Dalam kondisi seperti ini, banyak ekonom menilai BI lebih baik mengambil sikap wait and see sambil mengevaluasi dampak dari kenaikan suku bunga yang sudah dilakukan.

Kubu Kedua: Risiko Kenaikan Suku Bunga Belum Hilang

Meski demikian, tidak semua ekonom sepakat bahwa siklus pengetatan telah berakhir. Head of Macroeconomic and Financial Market Research PermataBank, Faisal Rachman, masih melihat peluang kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin pada kuartal III 2026.

Menurutnya, inflasi masih berpotensi meningkat akibat efek pass-through inflation dari pelemahan Rupiah sebelumnya. Selain itu, risiko defisit transaksi berjalan (current account deficit) juga berpotensi meningkat apabila ekspor melambat sementara impor tumbuh seiring kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan.

Faktor eksternal juga masih menjadi perhatian. The Fed semalam memang menahan suku bunga, namun secara mengejutkan menghapus sinyal pemangkasan suku bunga dan membuka ruang kenaikan suku bunga ke depan. Bahkan median dot plot kini menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada 2026. Artinya, selisih suku bunga antara Indonesia dan Amerika Serikat masih berpotensi menjadi isu apabila tekanan terhadap Rupiah kembali muncul.

Rupiah dan Harga Minyak Jadi Kunci

Perdebatan kedua kubu pada dasarnya bergantung pada dua variabel utama: nilai tukar Rupiah dan harga minyak dunia.

Jika kesepakatan damai AS-Iran benar-benar berjalan mulus dan Selat Hormuz kembali normal, harga minyak berpotensi tetap rendah. Kondisi ini akan membantu menekan inflasi global, memperbaiki sentimen pasar negara berkembang, serta mengurangi tekanan terhadap Rupiah.

Namun jika implementasi kesepakatan mengalami hambatan atau pasar kembali meragukan prospek perdamaian tersebut, volatilitas harga minyak dapat kembali meningkat dan memicu tekanan baru terhadap inflasi maupun nilai tukar.

Apa yang Perlu Diperhatikan Pasar Hari Ini?

Bagi pelaku pasar, keputusan suku bunga hari ini kemungkinan bukan faktor utama karena sebagian besar sudah memperkirakan BI akan menahan suku bunga. Fokus justru akan tertuju pada pernyataan Gubernur BI mengenai:

  • Pandangan BI terhadap penguatan Rupiah dalam beberapa hari terakhir.
  • Respons BI terhadap sikap The Fed yang semakin hawkish.
  • Prospek inflasi pasca turunnya harga minyak dunia.
  • Apakah BI masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada semester kedua 2026.

Jika BI memberikan sinyal bahwa kenaikan 75 basis poin sebelumnya sudah cukup dan tekanan Rupiah mulai mereda, pasar obligasi berpotensi merespons positif. Sebaliknya, jika BI tetap mempertahankan bias hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat, pasar kemungkinan akan mulai kembali memperhitungkan skenario BI Rate menuju 5,75%.

Dampak ke Pasar Obligasi

Untuk pasar obligasi Indonesia, skenario dasar saat ini masih relatif konstruktif. Penurunan harga minyak, mulai stabilnya Rupiah, serta ekspektasi BI menahan suku bunga menjadi kombinasi yang mendukung penurunan yield SBN.

Namun investor tetap perlu mencermati komunikasi BI hari ini. Apabila bank sentral memberikan sinyal bahwa siklus kenaikan suku bunga sudah mendekati akhir, hal tersebut dapat menjadi katalis positif tambahan bagi obligasi tenor menengah hingga panjang. Sebaliknya, jika BI masih menekankan risiko inflasi dan membuka ruang kenaikan rate lanjutan, ruang penurunan yield kemungkinan akan lebih terbatas dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?

The Fed Tahan Suku Bunga, Beri Sinyal Kenaikan di Tahun Ini

Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Dalam 3 Bulan, Harga BBM Bakal Ikut Turun?

Rupiah Mulai Menguat, BI Bakal Tahan Suku Bunga di RDG Juni?

BoJ Naikkan Suku Bunga, Kenapa Yen Masih Tetap Melemah?

TAGGED: Bank Indonesia, rapat suku bunga, RDG BI, suku bunga BI
Aurelia Tanu June 18, 2026 June 18, 2026
Previous Article The Fed Tahan Suku Bunga, Beri Sinyal Kenaikan di Tahun Ini
Next Article The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?