IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Ekonomi RI Hanya Tumbuh 5,05% di Kuartal II-2024

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ kompas.id
SHARE

[Medan | 6 Agustus 2024] Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 mencapai 5,05% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 5,17%.

Capaian ini hampir sesuai dengan perkiraan pasar. Konsensus yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan prediksi pasar sebesar 5%. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,79%. Selama semester I-2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,08%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyatakan bahwa terjadi perubahan pada komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2024. Ia menjelaskan bahwa kontribusi industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 sebesar 0,79%, turun dari 0,86% pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, kontribusi sektor konstruksi terhadap pertumbuhan ekonomi juga menurun, dari 0,73% di kuartal I-2024 menjadi 0,67% di kuartal II-2024. Sektor informasi dan komunikasi juga mengalami sedikit penurunan, dari 0,56% pada kuartal I menjadi 0,5% pada kuartal II.

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2023, kontribusi sektor-sektor dominan juga menurun pada kuartal II-2024. Sektor manufaktur pada kuartal II-2023 menyumbang hingga 0,98% dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17%, sedangkan pada periode yang sama tahun ini hanya menyumbang 0,79%. Kontribusi sektor konstruksi juga turun dari 0,8% pada kuartal II-2023 menjadi 0,67% pada kuartal II-2024.

Edy juga mengungkapkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2024 dipengaruhi oleh rendahnya kontribusi konsumsi dan belanja pemerintah, yang hanya sebesar 0,1%. Pada periode yang sama tahun lalu, konsumsi dan belanja pemerintah menyumbang hingga 0,72% dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17%.

 

You Might Also Like

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta Per Unit

Menko Airlangga Targetkan 360 Ton Emas WNI Masuk Bank Emas

Yield Obligasi AS Kembali Naik, Buyback Gagal Tahan Kenaikan Yield

AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

TAGGED: BPS, data ekonomi Indonesia, ekonomi RI kuartal II-2024
Aurelia August 5, 2024 August 6, 2024
Previous Article Pasar Tenaga Kerja AS Melambat Tajam, AS Terancam Resesi?
Next Article Investor Ramai-ramai Pindah dari Pasar Saham ke Obligasi, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?