IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

By Aurelia 1 day ago Ekonomi
Image source: AP/ reuters.com
SHARE

[Medan | 20 Agustus 2026] Harga emas dunia melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu (19/8/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan. Penguatan terjadi setelah langkah mengejutkan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan dukungan likuiditas pasar obligasi mendorong penurunan yield Treasury dan dolar AS.

Harga emas spot naik 4,35% menjadi US$4.523,05 per troy ons, setelah sempat menyentuh US$4.524,34 per troy ons, level tertinggi sejak 4 Juni 2026. Secara teknikal, harga emas juga berhasil menembus moving average 100 hari yang berada di sekitar US$4.381 per troy ons, memberikan sinyal positif bagi momentum harga emas.

“Ini benar-benar di luar dugaan. Kondisi ini sangat bullish untuk emas karena imbal hasil Treasury bertenor panjang turun dan langkah tersebut dapat membantu menekan dolar AS,” ujar Robert Gottlieb, pakar industri dan mantan kepala perdagangan logam mulia di Koch Supply and Trading, dikutip Reuters.

Yield Treasury Turun, Emas Mendapat Dorongan

Kenaikan emas terjadi bersamaan dengan penurunan tajam yield Treasury AS tenor panjang. Yield Treasury 30 tahun sebelumnya berada di sekitar level tertinggi dalam 19 tahun sebelum kemudian turun setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai operasi buyback obligasi tenor panjang.

Nilai buyback akan ditingkatkan menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi dari sebelumnya US$2 miliar. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas di pasar Treasury dan meredakan tekanan pada obligasi tenor panjang.

Penurunan yield menjadi katalis penting bagi emas karena emas tidak memberikan bunga. Ketika yield obligasi turun, opportunity cost memegang emas menjadi lebih rendah sehingga daya tarik logam mulia meningkat.

Dolar AS Ikut Melemah

Selain penurunan yield, pelemahan dolar AS turut memberikan dorongan terhadap harga emas. Indeks dolar AS turun sekitar 0,8% pada perdagangan Rabu. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kombinasi antara yield Treasury yang turun dan dolar AS yang melemah menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan harga emas.

Ekspektasi Suku Bunga Kembali Berubah

Sentimen terhadap emas juga mendapatkan dukungan dari perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Risalah rapat FOMC pada 28-29 Juli menunjukkan sejumlah pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak kembali menuju target 2%. Namun, data ekonomi AS yang lebih lemah setelah rapat tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menurun.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September 2026 mencapai sekitar 65%. Artinya, pasar saat ini lebih melihat kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga dibandingkan melakukan kenaikan.

Stagflasi Jadi Risiko

TD Securities menilai dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan AS dapat kembali menarik arus investasi ke emas. Selain itu, potensi The Fed mengabaikan dampak kenaikan harga energi serta meningkatnya kekhawatiran terhadap stagflasi juga menjadi katalis bagi emas.

Jika pertumbuhan ekonomi melemah sementara inflasi tetap tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga menjadi lebih kompleks. Namun, apabila tekanan ekonomi semakin besar dan suku bunga riil mulai turun, emas dapat kembali mendapatkan momentum.

 

You Might Also Like

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta Per Unit

Menko Airlangga Targetkan 360 Ton Emas WNI Masuk Bank Emas

Yield Obligasi AS Kembali Naik, Buyback Gagal Tahan Kenaikan Yield

AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Defisit Melebar, Utang Pemerintah AS Tembus US$ 40 Triliun

TAGGED: harga emas
Aurelia August 20, 2026 August 20, 2026
Previous Article Defisit Melebar, Utang Pemerintah AS Tembus US$ 40 Triliun
Next Article AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?