IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

FTSE Pertahankan Status Indonesia Tetap Secondary Emerging Market

By Aurelia 5 months ago Ekonomi
Image source: AP/ everydayinvestor.co.uk
SHARE

[Medan | 8 April 2026] Penyedia indeks global FTSE Russell memutuskan untuk mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market, di tengah proses reformasi pasar modal yang masih berlangsung. Keputusan ini muncul setelah sebelumnya FTSE menunda evaluasi pada Maret 2026 guna menunggu perkembangan kebijakan dari otoritas pasar.

Reformasi Jadi Penentu Arah Selanjutnya

FTSE mencatat Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan struktural, mulai dari peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, hingga penyesuaian aturan minimum free float. Langkah ini ditujukan untuk menjawab kekhawatiran investor global terkait kualitas data dan governance di pasar domestik. Namun, evaluasi final terhadap posisi Indonesia akan ditentukan pada review indeks Juni 2026.

Risiko Penurunan Bobot Masih Terbuka

Meski status dipertahankan, reformasi ini justru membuka potensi penyesuaian bobot saham Indonesia dalam indeks global. Salah satu faktor kunci adalah pengungkapan emiten dengan high shareholding concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia, yang dapat memengaruhi persepsi likuiditas dan investability di mata investor asing.

Implikasi ke Arus Modal Asing

Dalam jangka pendek, transparansi yang meningkat bisa memicu rebalancing portofolio oleh investor global, terutama jika bobot Indonesia dalam indeks mengalami penurunan. Hal ini berpotensi menekan aliran dana masuk (capital inflow) dan menciptakan volatilitas di pasar saham domestik.

 

 

You Might Also Like

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta Per Unit

Menko Airlangga Targetkan 360 Ton Emas WNI Masuk Bank Emas

Yield Obligasi AS Kembali Naik, Buyback Gagal Tahan Kenaikan Yield

AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

TAGGED: FTSE, IHSG hari ini
Aurelia April 8, 2026 April 8, 2026
Previous Article Harga Minyak Anjlok Usai Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Minggu
Next Article Iran Bakal Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu Usai Trump Tunda Serangan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?