IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Minggu

By Aurelia 5 months ago Ekonomi
Image source: AP/ arrowwingsacademy.com
SHARE

[Medan | 8 April 2026] Harga minyak dunia anjlok tajam setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu, seiring kesepakatan sementara pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini langsung meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi global.

Koreksi Tajam, Volatilitas Ekstrem

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga 19%—penurunan harian terbesar sejak 2020—ke kisaran US$91 per barel, sebelum stabil di sekitar US$94. Sementara itu, Brent bertahan di kisaran US$109 per barel. Penurunan ini mencerminkan unwind dari risk premium yang sebelumnya mendorong harga melonjak tajam akibat penutupan jalur distribusi utama dunia.

Pemicu Utama: Pembukaan Hormuz Sementara

Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran mulai dibuka secara terbatas melalui koordinasi militer. Sebelumnya, penutupan hampir total Selat Hormuz—yang mencakup sekitar 20% pasokan minyak dan LNG global—telah memicu disrupsi besar pada pasar energi dan mendorong lonjakan harga hingga lebih dari 40% sejak konflik dimulai.

Supply Shock Belum Sepenuhnya Hilang

Meski harga terkoreksi, risiko pasokan masih membayangi. Estimasi menunjukkan lebih dari 9 juta barel per hari produksi sempat terganggu selama April. Normalisasi supply tidak akan instan karena proses reaktivasi sumur, logistik tanker, hingga rebuilding inventory membutuhkan waktu berbulan-bulan. Artinya, downside minyak masih terbatas dan potensi rebound tetap ada jika distribusi kembali terganggu.

Pasar Masuk Fase “Relief Rally”, Bukan Stabil Permanen

Penurunan harga saat ini lebih mencerminkan relief jangka pendek dibanding perbaikan fundamental penuh. Kesepakatan masih bersifat sementara (dua minggu), dengan negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Risiko headline-driven tetap tinggi, terutama jika pembicaraan gagal atau tensi kembali meningkat.

 

You Might Also Like

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta Per Unit

Menko Airlangga Targetkan 360 Ton Emas WNI Masuk Bank Emas

Yield Obligasi AS Kembali Naik, Buyback Gagal Tahan Kenaikan Yield

AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

TAGGED: harga minyak, harga minyak turun, perang iran-AS
Aurelia April 8, 2026 April 8, 2026
Previous Article Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Minggu, IHSG Siap Terbang?
Next Article FTSE Pertahankan Status Indonesia Tetap Secondary Emerging Market
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?