IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Yen Tembus 163 per Dolar AS, Bank Sentral Jepang Siap Intervensi?

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
mage source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 22 Juli 2026] INilai tukar yen Jepang kembali tertekan hingga menembus level 163 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Pelemahan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), serta menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Selasa di New York, yen sempat menyentuh 163,24 per dolar AS, level terlemah sejak 1986. Memasuki sesi perdagangan Asia pada Rabu pagi, mata uang Jepang diperdagangkan di kisaran 163,21 per dolar AS.

Dolar Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah

Penguatan dolar AS terjadi setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-11 secara berturut-turut, meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Samara Hammoud, menilai konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah berpotensi mempertahankan penguatan dolar karena mata uang AS masih menjadi aset lindung nilai utama ketika ketidakpastian global meningkat.

Di pasar mata uang lainnya, euro diperdagangkan di sekitar US$1,14, sementara pound sterling melemah ke US$1,3385. Dolar Australia bertahan di kisaran US$0,70, sedangkan dolar Selandia Baru berada di sekitar US$0,5825.

Harga Minyak dan Yield Treasury Jadi Tekanan Tambahan

Selain sentimen geopolitik, pelemahan yen juga dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah Brent yang sempat menyentuh US$91,99 per barel, tertinggi dalam sekitar enam pekan. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat. Yield Treasury tenor 30 tahun naik hingga 5,15%, tertinggi dalam dua bulan, sementara yield obligasi tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,64%, level tertinggi sejak Mei. Kenaikan yield tersebut memperlebar selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang, sehingga semakin meningkatkan daya tarik dolar AS dibandingkan yen.

Pasar Mulai Berspekulasi Soal Intervensi Jepang

Pelemahan yen yang kembali menembus level 163 memunculkan spekulasi bahwa pemerintah Jepang dapat kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing. Sebelumnya, otoritas Jepang sempat melakukan intervensi besar-besaran pada April dan Mei ketika kurs dolar AS menembus level 160 yen. Namun, dampak kebijakan tersebut hanya mampu menahan pelemahan yen untuk sementara.

Belakangan, pemerintah Jepang dinilai lebih memilih menggunakan strategi intervensi yang tidak mudah diprediksi agar pasar tetap waspada, dibandingkan memberikan sinyal terbuka seperti sebelumnya.

Intervensi Dinilai Hanya Efektif Sementara

Meski peluang intervensi kembali meningkat, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum tentu mampu membalikkan tren pelemahan yen dalam jangka panjang.

HSBC memperkirakan pasangan dolar AS terhadap yen masih berpotensi bergerak di kisaran 160–165 yen per dolar AS. Menurut mereka, intervensi pemerintah kemungkinan hanya akan memperlambat pelemahan yen apabila tidak disertai perubahan fundamental, seperti kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Bank of Japan (BOJ), penurunan suku bunga Federal Reserve, atau membaiknya kondisi fiskal Jepang.

Selama perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang masih lebar serta ketidakpastian global tetap tinggi, tekanan terhadap yen diperkirakan masih akan berlanjut meski otoritas Jepang kembali masuk ke pasar valuta asing.

 

 

You Might Also Like

AS-Iran Masih Panas, Harga Minyak Tembus US$ 90 Lagi

Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN, Ada Apa?

Rapat Suku Bunga Hari Ini, BI Bakal Tahan atau Naikkan Suku Bunga?

IHSG Hijau 10 Hari Berturut-turut, Badai Sudah Berlalu?

Houthi Blokir Laut Merah, Tutup Akses Arab Saudi

TAGGED: Bank sentral Jepang, mata uang jepang, yen jepang
Aurelia July 22, 2026 July 22, 2026
Previous Article AS-Iran Masih Panas, Harga Minyak Tembus US$ 90 Lagi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?