IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Dalam 3 Bulan, Harga BBM Bakal Ikut Turun?

By Aurelia Tanu 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ money.kompas.com
SHARE

[Medan | 17 Juni 2026] Harga minyak dunia terus mengalami tekanan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju penandatanganan kesepakatan damai yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6) di Swiss. Kesepakatan tersebut juga akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sumber utama gangguan pasokan energi global.

Contents
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Risiko Pasokan MeredaApakah Harga BBM Indonesia Bisa Turun?Belum Kembali ke Harga Sebelum PerangKabar Baik untuk Inflasi dan BI

Pada perdagangan Selasa (16/6), harga minyak mentah Brent ditutup turun US$4,21 atau 5,1% ke level US$78,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok US$4,70 atau 5,8% menjadi US$76,05 per barel.

Level tersebut menjadi posisi penutupan terendah sejak awal Maret, menandai berakhirnya premi risiko geopolitik yang sempat mendorong harga minyak melonjak selama konflik AS-Iran berlangsung.

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Risiko Pasokan Mereda

Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah perjanjian damai resmi ditandatangani.

Selama konflik berlangsung, pasar energi global menghadapi ketidakpastian besar karena sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut. Kekhawatiran terganggunya distribusi minyak sempat mendorong Brent mendekati US$100 per barel dan memicu lonjakan inflasi di berbagai negara.

Kini, dengan semakin besarnya peluang normalisasi arus pelayaran dan pasokan energi, pelaku pasar mulai menghapus premi risiko yang sebelumnya melekat pada harga minyak.

Apakah Harga BBM Indonesia Bisa Turun?

Turunnya harga minyak dunia langsung memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai pelemahan harga minyak berpotensi menekan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi salah satu komponen utama dalam penentuan harga BBM.

Apabila tren penurunan harga minyak berlanjut hingga akhir Juni, maka harga BBM non-subsidi berpotensi mengalami penyesuaian turun pada awal Juli mendatang.

Namun demikian, harga BBM tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah global. Faktor lain seperti nilai tukar rupiah, harga MOPS, biaya distribusi, serta kebijakan pemerintah juga akan menentukan besarnya penyesuaian yang dilakukan.

Belum Kembali ke Harga Sebelum Perang

Meski mengalami koreksi tajam, harga minyak saat ini masih berada di atas level sebelum konflik pecah pada akhir Februari.

Sebelum perang dimulai, Brent diperdagangkan di kisaran US$72 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$67 per barel. Artinya, sebagian premi risiko masih tersisa karena pasar masih menunggu implementasi penuh dari kesepakatan damai serta proses normalisasi distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Menurut Pengamat Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, harga minyak kemungkinan masih bergerak di kisaran US$80–90 per barel hingga akhir musim panas sebelum perlahan turun menuju kisaran US$75–85 per barel.

Hal tersebut menunjukkan bahwa normalisasi harga energi kemungkinan berlangsung secara bertahap, bukan langsung kembali ke level sebelum konflik.

Kabar Baik untuk Inflasi dan BI

Penurunan harga minyak juga menjadi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan imported inflation, memperbaiki neraca perdagangan migas, serta mengurangi risiko pelebaran subsidi energi apabila pemerintah memutuskan mempertahankan harga BBM tertentu.

Bagi Bank Indonesia, kondisi ini turut mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya mendorong kenaikan suku bunga darurat sebesar 25 basis poin pada awal Juni lalu.

Jika harga minyak tetap rendah dan rupiah terus stabil, tekanan bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat juga akan semakin berkurang.

 

You Might Also Like

Rupiah Mulai Menguat, BI Bakal Tahan Suku Bunga di RDG Juni?

BoJ Naikkan Suku Bunga, Kenapa Yen Masih Tetap Melemah?

Rapat Perdana Kevin Warsh, The Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga

Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai

Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai

TAGGED: harga bbm, harga minyak dunia
Aurelia Tanu June 17, 2026 June 17, 2026
Previous Article Rupiah Mulai Menguat, BI Bakal Tahan Suku Bunga di RDG Juni?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?