IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Stabil Usai Iran-Israel Sepakat Tak Saling Serang

By Aurelia Tanu 4 days ago Ekonomi
Image source: AP/ suaraaisyiyah.id
SHARE

[Medan | 9 Juni 2026] Harga minyak dunia bergerak lebih stabil pada perdagangan Senin (9/6/2026) setelah Iran dan Israel sama-sama memberi sinyal untuk menahan eskalasi konflik yang sebelumnya sempat memicu lonjakan tajam harga energi global.

Contents
Iran dan Israel Sama-Sama Tahan EskalasiHarga Minyak Naik TerbatasSelat Hormuz Masih Jadi Fokus PasarDampak ke Inflasi dan Pasar Indonesia

Pelaku pasar mulai melihat peluang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kedua negara menyatakan komitmen untuk meminimalisir serangan langsung satu sama lain, meskipun ancaman konflik regional masih belum sepenuhnya hilang.

Iran dan Israel Sama-Sama Tahan Eskalasi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan menahan diri untuk tidak menyerang Iran untuk sementara waktu, namun tetap siap melakukan pembalasan apabila Teheran kembali melancarkan serangan.

Di sisi lain, Iran juga mengumumkan penghentian operasi militernya terhadap Israel. Meski demikian, militer Iran memperingatkan bahwa serangan baru Israel, termasuk terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan, dapat memicu respons yang jauh lebih keras.

Pernyataan kedua negara muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan langsung dengan Netanyahu. Trump sebelumnya secara terbuka mendorong de-eskalasi guna menjaga proses negosiasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran tetap berjalan.

Harga Minyak Naik Terbatas

Ketegangan geopolitik yang mulai mereda membuat kenaikan harga minyak menjadi lebih terbatas dibanding lonjakan tajam pada akhir pekan lalu. Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent ditutup naik 1,25% ke level US$94,25 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,84% menjadi US$91,30 per barel.

Sebelumnya, harga Brent sempat melonjak mendekati US$97 per barel setelah aksi saling serang Iran-Israel meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz Masih Jadi Fokus Pasar

Perhatian investor kini tertuju pada normalisasi aliran energi melalui Selat Hormuz. Beberapa kapal komersial dilaporkan mulai kembali melintas di kawasan tersebut selama akhir pekan, meskipun risiko keamanan masih tinggi dan sebagian kapal memilih mematikan sistem identifikasi digital mereka demi alasan keselamatan.

Meski tensi geopolitik sedikit mereda, risiko pasar energi masih sangat tinggi. Iran sebelumnya mengancam akan menyerang seluruh fasilitas minyak dan gas yang terkait dengan Israel, Amerika Serikat, maupun sekutunya apabila infrastruktur energi Iran terus menjadi target serangan.

Selain itu, kelompok Houthi yang didukung Iran juga mengumumkan larangan navigasi bagi kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah. Langkah tersebut meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global di dua jalur maritim paling strategis dunia sekaligus, yakni Selat Hormuz dan Laut Merah.

Dampak ke Inflasi dan Pasar Indonesia

Konflik Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir telah memicu lonjakan harga minyak dunia, memperbesar tekanan inflasi global, dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, khususnya Federal Reserve.

Bagi pasar domestik Indonesia, harga minyak yang tetap tinggi berpotensi menekan neraca perdagangan migas, memperbesar kebutuhan impor energi, dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Kondisi tersebut juga dapat membatasi ruang Bank Indonesia untuk melanjutkan pelonggaran moneter dalam jangka pendek.

Meski demikian, apabila proses de-eskalasi antara Iran dan Israel benar-benar berlanjut dan distribusi energi global mulai normal kembali, tekanan terhadap harga minyak berpotensi mereda secara bertahap dalam beberapa pekan mendatang.

 

You Might Also Like

Data CPI dan PPI AS Sudah Rilis, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?

ECB Naikkan Suku Bunga Pertama Kali dalam 3 Tahun

Pemerintah Bakal Evaluasi dan Hitung Ulang Program MBG

Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Turun ke Bawah

Gubernur BoJ Ueda Dirawat di Rumah Sakit, Wakil Gubernur Pimpin Rapat Pekan Depan

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, Iran Israel, konflik timur tengah, negosiasi Iran-AS
Aurelia Tanu June 9, 2026 June 9, 2026
Previous Article OPEC+ Tambah Produksi 188.000 Barel per Hari Mulai Juli 2026
Next Article Cadangan Devisa RI Mei 2026 Turun Jadi US$ 144,9 Miliar
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?