IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Houthi Serang Tanker Arab Saudi, Pasokan Minyak Global Makin Terancam?

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 23 Juli 2026] Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Aksi tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama setelah sebelumnya konflik telah mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, Kamis (23/7/2026), Houthi menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi yang diumumkan beberapa hari sebelumnya.

Laut Merah Jadi Titik Panas Baru

Serangan terhadap kapal tanker Saudi menambah tekanan terhadap jalur distribusi energi dunia. Jika sebelumnya perhatian pasar terpusat pada Selat Hormuz, kini risiko juga meluas ke Selat Bab el-Mandeb yang menjadi pintu masuk Laut Merah.

Kelompok Houthi yang menguasai wilayah sekitar Bab el-Mandeb menilai blokade terhadap Arab Saudi merupakan respons atas konflik yang terus berlangsung di kawasan serta bagian dari strategi untuk meningkatkan tekanan terhadap sekutu Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat posisi tawar Iran dalam setiap upaya diplomasi terkait konflik yang sedang berlangsung.

Kapal Tanker Mulai Ubah Jalur

Meningkatnya ancaman keamanan membuat sejumlah kapal tanker memilih mengubah rute pelayaran. Reuters melaporkan sedikitnya lima kapal tanker memutar jalur di Laut Merah untuk menghindari Selat Bab el-Mandeb. Sehari sebelumnya, tiga kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju China dan India juga dilaporkan membatalkan rute awalnya.

Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal dan drone ke kapal tanker Encelia dan Layla. Menurut sumber keamanan maritim, kapal Encelia sempat mengirimkan sinyal darurat setelah dilaporkan terkena proyektil di dekat pelabuhan Jizan, Arab Saudi. Sementara itu, klaim serangan terhadap kapal Layla hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Risiko Pasokan Minyak Semakin Besar

Gangguan di Bab el-Mandeb dinilai dapat memperburuk distribusi minyak dunia. Selama beberapa pekan terakhir, sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi dialihkan menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari risiko di Selat Hormuz. Namun apabila jalur Bab el-Mandeb juga terganggu, kapal tanker hanya memiliki alternatif melalui Terusan Suez dengan waktu tempuh lebih lama serta biaya logistik yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi memperketat pasokan minyak global sekaligus mempertahankan harga energi pada level tinggi.

Konflik AS-Iran Terus Bereskalasi

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran atas perintah Presiden Donald Trump. Operasi tersebut menjadi serangan hari ke-12 secara berturut-turut. Trump juga memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur strategis Iran apabila Teheran terus mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Iran merespons dengan ancaman akan menyerang fasilitas energi, listrik, minyak, dan gas yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan apabila Washington melanjutkan aksi militernya.

Garda Revolusi Iran bahkan mengklaim Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh mereka dan memperingatkan bahwa tidak ada kapal tanker yang dapat melintas tanpa koordinasi dengan Iran selama operasi militer AS masih berlangsung.

Korban Konflik Terus Bertambah

Eskalasi konflik turut meningkatkan jumlah korban jiwa di kedua belah pihak. Media pemerintah Iran melaporkan serangan terbaru AS menghantam wilayah Bushehr, lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir komersial Iran, serta sejumlah wilayah lain di dekat perbatasan Irak.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 53 warga sipil dilaporkan meninggal dunia dan hampir 600 orang mengalami luka-luka sejak gelombang serangan terbaru dimulai. Sementara itu, Amerika Serikat menyebut 18 personel militernya telah gugur dan lebih dari 450 lainnya mengalami luka-luka selama konflik berlangsung. Meski demikian, Presiden Donald Trump tetap menyebut konflik tersebut sebagai sebuah “pertempuran kecil” sembari menegaskan operasi militer akan terus berlanjut hingga jalur pelayaran internasional dinilai kembali aman.

 

 

You Might Also Like

Konflik Makin Panas, Harga Minyak Tembus Level US$ 95 per Barel!

Kepala BGN Baru Sudaryono Sebut Program MBG Akan Transparan Kedepannya

Harga Minyak Tembus US$ 95, BI Tahan Suku Bunga, Kemana Arah IHSG?

BI Tahan Suku Bunga, Pilih Insentif Baru Untuk Jaga Rupiah

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75%!

TAGGED: houthi, Laut Merah
Aurelia July 23, 2026 July 23, 2026
Previous Article Konflik Makin Panas, Harga Minyak Tembus Level US$ 95 per Barel!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?