[Medan | 23 Juli 2026] Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan pengelolaan program prioritas pemerintah tersebut akan dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, dan memanfaatkan sistem digital guna mencegah terulangnya berbagai persoalan yang sebelumnya muncul.
Sudaryono mengakui masih terdapat sejumlah kelemahan dalam tata kelola BGN yang harus segera diperbaiki, terutama terkait transparansi pengelolaan program. “Kami menyadari masih ada persoalan tata kelola yang harus dibenahi. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami bersama seluruh jajaran BGN dan kementerian maupun lembaga terkait,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (23/7/2026).
Tata Kelola Akan Didigitalisasi
Menurut Sudaryono, salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan transparansi melalui pemanfaatan sistem digital dalam proses administrasi dan pengawasan. Ia menegaskan berbagai proses yang selama ini masih dilakukan secara manual akan dievaluasi agar memiliki jejak administrasi (record) yang lebih jelas dan mudah diawasi.
“Yang selama ini belum transparan harus dibuat transparan. Kalau masih manual, akan kami dorong menjadi sistem digital sehingga seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh lagi ada proses yang dilakukan secara tertutup,” katanya.
Pastikan Anggaran Tepat Sasaran
Sudaryono juga mengingatkan bahwa Program MBG menggunakan anggaran negara yang bersumber dari masyarakat sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan harus benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan program.
Menurutnya, MBG bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi kelompok sasaran terpenuhi, mulai dari anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui hingga lanjut usia. “Ini merupakan anggaran rakyat yang harus kembali kepada rakyat. Karena itu seluruh penggunaan anggaran harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan program,” ujarnya.
Ingatkan Masyarakat Waspadai Oknum
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun orang-orang terdekatnya untuk menawarkan proyek atau meminta imbalan tertentu.
Ia menegaskan tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk melakukan praktik semacam itu dan meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang mencurigakan.
“Saya pastikan apabila ada yang mengaku keluarga, teman, alumni, ataupun orang saya untuk menawarkan sesuatu dengan meminta imbalan, itu bukan atas sepengetahuan saya. Silakan laporkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.
Buka Ruang Masukan
Sudaryono menilai pembenahan BGN tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, ia akan bekerja bersama dua wakil kepala BGN serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat reformasi kelembagaan.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, masukan maupun laporan apabila menemukan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. “Kami ingin lebih banyak mendengar masukan dari berbagai pihak. Semua saran dan temuan akan menjadi bahan evaluasi dalam pengambilan keputusan ke depan,” katanya.
Resmi Gantikan Nanik Sudaryati
Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Usai dilantik, ia dipastikan akan fokus memimpin BGN dan tidak lagi merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985 tersebut dikenal memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, dunia usaha, serta organisasi. Sebelum dipercaya memimpin BGN, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, serta Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2025–2030.

