Purbaya Kembali Tempatkan Dana SAL Rp 400 Triliun di Bank Himbara
[Medan | 29 Juni 2026] Pemerintah kembali menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai upaya memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, total dana SAL yang ditempatkan di Himbara akan meningkat menjadi Rp400 triliun hingga akhir tahun. Sebelumnya, pemerintah sempat menempatkan sekitar Rp300 triliun pada 2025. Namun, sebagian dana tersebut telah ditarik kembali dalam beberapa bulan terakhir sehingga tersisa sekitar Rp170 triliun.
Pemerintah kemudian kembali menambah penempatan dana menjadi Rp200 triliun, yang selanjutnya akan diperkuat melalui tambahan masing-masing Rp100 triliun secara bertahap hingga akhir tahun. Dengan demikian, total dana SAL yang ditempatkan di Himbara mencapai Rp400 triliun.
Respons Atas Ketatnya Likuiditas Perbankan
Purbaya menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari perbankan terkait kondisi likuiditas yang semakin ketat. Penempatan kembali dana SAL diharapkan dapat memperkuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit kepada dunia usaha dan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan ini juga telah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.”Kalau ekonominya melambat, investor bisa keluar. Sebaliknya, jika prospek ekonomi membaik, arus investasi akan kembali masuk sehingga dapat mendukung penguatan rupiah,” ujar Purbaya.
Diharapkan Dorong Penyaluran Kredit
Purbaya menambahkan, dirinya telah bertemu dengan para direktur utama bank-bank Himbara untuk menyampaikan kebijakan tersebut. Menurutnya, tambahan penempatan dana pemerintah disambut positif oleh industri perbankan karena dinilai dapat membantu menjaga kecukupan likuiditas.
Langkah ini diharapkan memberikan ruang yang lebih besar bagi perbankan untuk memperluas penyaluran kredit, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi pada paruh kedua 2026.

