IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000, Ada Apa?

By Aurelia 56 mins ago Ekonomi
Image source: AP/ pegadaian.co.id
SHARE

[Medan | 3 Juli 2026] Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (2/7/2026), meski dolar global justru bergerak melemah. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berasal dari faktor fundamental dalam negeri.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,32% ke level Rp17.988 per dolar AS, hanya terpaut tipis dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp17.960 hingga Rp17.995 per dolar AS setelah dibuka melemah sejak awal sesi.

Di sisi lain, US Dollar Index (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia justru turun 0,21% ke level 101,18. Normalnya, pelemahan dolar global memberikan ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk menguat. Namun kali ini sentimen domestik lebih dominan membebani pergerakan rupiah.

Tekanan utama berasal dari data neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan mengalami defisit US$1,61 miliar, setelah ekspor tercatat sebesar US$23,20 miliar, lebih rendah dibandingkan impor yang mencapai US$24,81 miliar.

Defisit tersebut mengakhiri rekor surplus perdagangan Indonesia selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 sekaligus menjadi defisit terdalam sejak April 2019. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia, terutama di tengah tingginya kebutuhan impor energi.

Ekonom Senior DBS Bank Radhika Rao menilai kombinasi harga minyak dunia yang sempat tinggi, pelemahan rupiah, serta belum adanya penyesuaian harga BBM domestik telah memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan. Di sisi lain, ekspor juga melemah, terutama pada komoditas minyak sawit, besi dan baja, serta mesin, meski ekspor nikel masih menunjukkan ketahanan.

Meski demikian, prospek neraca perdagangan diperkirakan mulai membaik pada paruh kedua tahun ini. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mendorong penurunan harga minyak dunia, sehingga berpotensi mengurangi nilai impor migas dan memperbaiki posisi transaksi perdagangan Indonesia pada kuartal III-2026.

Selain faktor perdagangan, pelemahan rupiah juga mencerminkan kehati-hatian investor terhadap aset domestik. Arus modal asing masih cenderung selektif di tengah tingginya ketidakpastian global serta ekspektasi bahwa suku bunga di Amerika Serikat akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Dampak ke Pasar Keuangan

Melemahnya rupiah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi impor serta biaya produksi bagi sektor usaha yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut juga dapat membatasi ruang Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam jangka pendek.

Bagi pasar obligasi, pelemahan rupiah dapat menahan minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) apabila tidak diimbangi dengan imbal hasil yang lebih menarik. Sementara bagi pasar saham, tekanan nilai tukar cenderung berdampak negatif terhadap emiten yang memiliki beban utang maupun biaya operasional dalam mata uang asing, meskipun sektor berbasis ekspor berpotensi memperoleh manfaat dari pelemahan rupiah.

 

You Might Also Like

Bank Dunia Naikkan Vietnam-Filipina Jadi Negara Menengah Atas

Purbaya Sebut SAL APBN 2025 Sisa Rp 438,26 T

RI dan Belarus Sepakati 7 Kerja Sama, Apa Aja?

Data NFP AS Melemah Tajam, Positif Untuk Market?

Purbaya Yakin Inflasi Bakal Mereda Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

TAGGED: Rupiah, Rupiah melemah
Aurelia July 3, 2026 July 3, 2026
Previous Article Data NFP AS Melemah Tajam, Positif Untuk Market?
Next Article RI dan Belarus Sepakati 7 Kerja Sama, Apa Aja?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?