IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Suku Bunga Ditahan di Level 6%, Rupiah Ditutup Naik ke Rp 15.510

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ bisnisreview.com
SHARE

[Medan | 17 Oktober 2024] Mata uang rupiah ditutup menguat di level Rp15.510 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/10/2024), setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 6%.

Penguatan rupiah sebesar 0,51% dibanding penutupan sebelumnya di Rp15.589 menjadikannya mata uang dengan kenaikan terbesar di Asia. Malaysia ringgit menyusul dengan kenaikan 0,34%, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,26%, dan peso Filipina yang naik 0,11%. Yuan China menguat 0,02%, sementara dolar Singapura naik tipis 0,008%. Dolar Taiwan naik 0,006% dan baht Thailand menguat 0,003%. Di sisi lain, yen Jepang melemah paling dalam, turun 0,15%, diikuti dolar Hongkong yang melemah 0,03% dan rupee India yang turun tipis 0,02%.

Penguatan rupiah terjadi di tengah keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 15 – 16 Oktober 2024. Selain menahan suku bunga acuan, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 5,25% dan suku bunga lending facility di level 6,75%.

Adapun salah satu alasan utama BI menahan suku bunga acuannya adalah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang cenderung melemah. Selama pekan terakhir, rupiah mengalami tekanan setelah sebelumnya menguat di level Rp 15.100 pada awal Oktober 2024. Pelemahan rupiah sejalan dengan adanya arus modal asing keluar, yang tercatat sebesar Rp 2,84 triliun pada periode 7-10 Oktober 2024, menurut data BI.

 

You Might Also Like

BI dan Kemenkeu Kini Sudah Punya Jadwal Penempatan SAL di Himbara

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Sejak Mei, Yen Balik Menguat

Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia

Waller The Fed Beri Peluang Tahan Suku Bunga Jika Disinflasi Berlanjut

Purbaya Yakin Sinergi Fiskal-Moneter Makin Erat dengan Gubernur BI Destry

TAGGED: mata uang Rupiah, nilai tukar Rupiah, Rupiah
Aurelia October 16, 2024 October 17, 2024
Previous Article Saham AMMN Balik Lagi ke Level Rp 10.000-an, Apa Pendorongnya?
Next Article Asing Kembali Catatkan Net Buy Usai Prabowo Bertemu Calon Menterinya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?