[Medan | 5 Agustus 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/8/2026), didukung sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) yang kembali mencetak rekor tertinggi (all-time high/ATH), musim laporan keuangan emiten yang solid, serta optimisme terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah reli cukup tajam pada perdagangan sebelumnya.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Indeks Dow Jones melonjak 1,71% ke level 54.085,88 dan mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Sementara itu, S&P 500 naik 1,79% ke level 7.736,52 sekaligus mencatat rekor penutupan baru untuk pertama kalinya sejak awal Juli. Nasdaq Composite bahkan melesat 2,59% ke level 26.584,99.
Penguatan tersebut ditopang oleh kinerja emiten yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta meningkatnya optimisme bahwa konflik Amerika Serikat dan Iran akan segera mereda melalui jalur diplomasi. Saham Palantir Technologies melonjak 29,5% setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya, sementara Caterpillar menguat 5,6% berkat meningkatnya permintaan alat berat untuk pembangunan pusat data AI.
Reli juga terjadi pada saham-saham semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 6,6%, sedangkan sektor teknologi menjadi kontributor terbesar penguatan S&P 500 dengan kenaikan 4,1%. Secara keseluruhan, musim laporan keuangan kuartal II-2026 menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Berdasarkan data LSEG, sekitar 85,2% perusahaan anggota S&P 500 berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis.
Harapan Damai Timur Tengah Redakan Kekhawatiran Pasar
Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak mentah turun sekitar 5% setelah Qatar menyatakan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik AS-Iran terus berlangsung. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mengatakan kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam dua hari.
Penurunan harga minyak turut mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi global serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi 56,9% dari sebelumnya 67,2%.
Turunnya ekspektasi suku bunga juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) bergerak lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.
IHSG Berpeluang Uji Level 6.400
Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319 pada perdagangan Selasa (4/8/2026), didukung membaiknya sentimen global serta optimisme terhadap musim laporan keuangan emiten domestik, terutama sektor perbankan dan komoditas.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,3% secara tahunan. Selain itu, investor juga mencermati rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sektor perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada area support 6.270–6.200 dan resistance 6.400–6.420. Secara teknikal, tren penguatan dinilai masih terjaga selama indeks bertahan di atas area support. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa IHSG telah memasuki area supply di kisaran 6.320–6.400 sehingga peluang terjadinya aksi profit taking jangka pendek tetap perlu diantisipasi.
Fokus Pasar Hari Ini
Pada perdagangan hari ini, perhatian investor akan tertuju pada beberapa sentimen utama, yakni:
- Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026.
- Kelanjutan musim laporan keuangan emiten domestik.
- Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Arah pergerakan harga minyak dunia dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
Selama sentimen global tetap kondusif dan data ekonomi domestik sesuai ekspektasi, peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan menuju area 6.400 masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek mengingat indeks telah menguat signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

