[Medan | 13 Oktober 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan Senin (12/10/2026), dengan ditutup turun 157,61 poin atau 2,59% ke level 5.936,14. Di tengah pelemahan pasar saham domestik, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy), terutama pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
Secara keseluruhan, investor asing membukukan net buy sebesar Rp128,29 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, pembelian bersih asing tercatat sebesar Rp81,1 miliar. Arus dana tersebut menunjukkan bahwa meskipun IHSG melemah tajam, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.
GOTO Jadi Sasaran Utama Pembelian Asing
GOTO menjadi saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin, mencapai Rp134,34 miliar. Namun, derasnya pembelian tersebut belum mampu menahan pelemahan harga saham. GOTO tetap turun 10% ke level Rp27 per saham.
Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Senin (12/10/2026):
- GOTO — Rp134,34 miliar
- BBRI — Rp80,30 miliar
- ASII — Rp78,31 miliar
- VKTR — Rp33,51 miliar
- TINS — Rp30,73 miliar
- ERAA — Rp26,16 miliar
- BRMS — Rp24,73 miliar
- SMGR — Rp19,96 miliar
- MEDC — Rp16,11 miliar
- MDKA — Rp14,31 miliar
Selain GOTO, investor asing juga membukukan pembelian bersih yang cukup besar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Keduanya mencatatkan net buy masing-masing Rp80,30 miliar dan Rp78,31 miliar.
BMRI Pimpin Daftar Penjualan Asing
Di sisi lain, tekanan jual asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), dengan net sell mencapai Rp78,65 miliar. Saham BMRI ditutup melemah 0,74% ke level Rp4.010 per saham.
Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar pada perdagangan Senin (12/10/2026):
- BMRI — Rp78,65 miliar
- BBCA — Rp55,94 miliar
- BUMI — Rp52,48 miliar
- ANTM — Rp44,70 miliar
- DEWA — Rp40,15 miliar
- ISAT — Rp34,87 miliar
- DSSA — Rp33,44 miliar
- TLKM — Rp27,11 miliar
- EXCL — Rp17,47 miliar
- BDMN — Rp16,89 miliar
Selain BMRI, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mencatatkan penjualan bersih asing yang besar, masing-masing Rp55,94 miliar dan Rp52,48 miliar. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turut masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing terbesar.
Dampak ke Pasar: Net Buy Belum Berarti Harga Akan Pulih
Pembelian bersih asing di tengah pelemahan IHSG menunjukkan bahwa arus dana investor tidak bergerak seragam di seluruh saham. Investor asing dapat membeli saham tertentu ketika pasar secara keseluruhan terkoreksi, sementara saham lain justru mengalami arus keluar.
Pergerakan GOTO menjadi contoh bahwa net buy tidak otomatis mendorong kenaikan harga dalam jangka pendek. Meski mencatatkan pembelian bersih asing terbesar, saham tersebut tetap melemah 10% ke Rp27 per saham. Data satu hari juga belum cukup untuk memastikan apakah pembelian tersebut menandakan akumulasi berkelanjutan atau sekadar transaksi jangka pendek.
Bagi investor, data net buy dan net sell dapat menjadi petunjuk untuk memantau pergerakan dana, tetapi perlu dibaca bersama tren harga, volume transaksi, kinerja perusahaan, dan sentimen pasar. Di tengah koreksi IHSG sebesar 2,59%, pembelian asing pada beberapa saham belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar telah berakhir.

