IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Goldman Sachs Prediksi Emas Bisa Tembus US$3.000/ Troy Ounce di 2025

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ bestinvest.co.uk
SHARE

[Medan | 3 Februari 2025] Goldman Sachs memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 3.000 per troy ounce pada akhir 2025.

Ahli Strategi Komoditas Goldman Sachs Research, Lina Thomas, menjelaskan bahwa harga emas telah melonjak sekitar 40% dalam setahun terakhir, melewati US$ 2.700 per troy ounce. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral di negara berkembang.

Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) juga berkontribusi terhadap kenaikan harga emas. Sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga, emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor saat suku bunga turun, karena biaya peluang untuk memegang aset ini berkurang.

Thomas juga mencatat bahwa meskipun hubungan antara harga emas dan suku bunga tetap ada, aksi beli besar-besaran oleh bank sentral sejak 2022 telah mengubah pola pergerakan harga emas. Goldman Sachs memperkirakan bahwa tambahan permintaan fisik sebesar 100 ton dapat mendorong harga emas naik setidaknya 2,4%.

Peningkatan pembelian emas oleh bank sentral, khususnya di pasar negara berkembang, mulai terlihat sejak sanksi keuangan terhadap Rusia diberlakukan pada 2022. Hal ini diperkirakan sebagai respons terhadap risiko sanksi ekonomi, yang mendorong negara-negara berkembang untuk memperkuat cadangan mereka dalam bentuk emas.

Bank sentral di negara maju seperti AS, Jerman, Prancis, dan Italia menyimpan hingga 70% cadangan devisanya dalam bentuk emas. Sementara itu, negara berkembang memiliki porsi cadangan emas yang lebih kecil, seperti China yang hanya menyimpan sekitar 5%. Untuk mengejar ketertinggalan ini, bank sentral negara berkembang terus meningkatkan kepemilikan emasnya.

Di sisi lain, investor mulai mencermati potensi risiko dari keberlanjutan utang AS, yang telah mencapai US$ 35 triliun atau sekitar 124% dari PDB-nya. Karena sebagian besar cadangan bank sentral global tersimpan dalam bentuk obligasi Treasury AS, risiko fiskal AS dapat mendorong kebijakan diversifikasi cadangan, termasuk peningkatan alokasi emas.

Menurut Goldman Sachs Research, investor Barat mulai kembali ke pasar emas menjelang pemilihan presiden AS, karena emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Potensi peningkatan ketegangan perdagangan, risiko subordinasi The Fed, serta kekhawatiran atas stabilitas utang AS dapat semakin mendorong permintaan emas.

Meskipun aksi beli emas oleh bank sentral mungkin melambat, Goldman Sachs menilai bahwa investor dari negara maju kemungkinan akan meningkatkan permintaan terhadap emas batangan, terutama dengan meningkatnya kepemilikan dana berbasis emas di bursa global.

 

You Might Also Like

BI Tahan Lagi Suku Bunga di Level 5,75%!

Utang Luar Negeri RI Tumbuh 4,4% YoY, Tembus USD 453,4 M di Q2-2026

Ada RDG BI Hari Ini, Suku Bunga Diproyeksi Tahan di Level 5,75%

Prabowo Tetapkan Lokasi PFII di Jakarta dan Bali

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di RDG Besok (19/8)

TAGGED: Goldman Sachs, harga emas, kebijakan trump, proyeksi harga emas, Trump Perang Dagang
Aurelia February 3, 2025 February 3, 2025
Previous Article Tarif Impor AS Dimulai, Rupiah Bakal Tertekan?
Next Article BBRI Siapkan Rp 3 Triliun Buat Buyback Saham di 2025
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?