[Medan | 22 Juli 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang memperpanjang reli pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Jika kembali ditutup di zona hijau, IHSG akan mencatat 10 hari penguatan berturut-turut, menandai salah satu reli terpanjang sepanjang tahun ini.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menguat 1,74% ke level 6.340,02, didorong oleh meningkatnya minat beli investor asing, penguatan nilai tukar rupiah, serta optimisme menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Pasar Menanti Keputusan Bank Indonesia
Fokus utama investor hari ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00% sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai kenaikan suku bunga tersebut telah banyak diantisipasi pelaku pasar sehingga perhatian investor akan lebih tertuju pada arah kebijakan (forward guidance) Bank Indonesia, khususnya terkait prospek inflasi, stabilitas nilai tukar, dan peluang penurunan suku bunga ke depan.
Sentimen Domestik Masih Positif
Selain keputusan BI, sentimen domestik juga mendapat dorongan dari sejumlah perkembangan positif. Pemerintah tengah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang. Di sisi lain, S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Optimisme juga datang dari rencana penerbitan Panda Bond Indonesia yang memperoleh peringkat AAA dengan outlook stabil di pasar China.
Investor Asing Masih Jadi Penopang
Dari sisi pasar, aliran dana asing masih menunjukkan tren positif dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut didukung oleh penguatan rupiah serta membaiknya sentimen global. CGS International Sekuritas Indonesia menilai kombinasi penguatan bursa Wall Street, kenaikan mayoritas harga komoditas, serta berlanjutnya aksi beli investor asing masih menjadi faktor yang menopang pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Reli Masih Berlanjut, Namun Profit Taking Perlu Diwaspadai
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren naik dengan area support di kisaran 6.220–6.250, sementara resistance berada pada rentang 6.360–6.400. Meski momentum bullish masih terjaga, reli selama sembilan hari berturut-turut membuat peluang profit taking jangka pendek semakin besar, terutama apabila keputusan Bank Indonesia tidak memberikan kejutan baru bagi pasar.
Selama arus dana asing tetap masuk, rupiah stabil, dan ketegangan geopolitik tidak kembali mendorong lonjakan tajam harga minyak, peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap meningkat setelah pengumuman hasil RDG Bank Indonesia sehingga investor disarankan tetap selektif dalam melakukan akumulasi saham.

