IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Ketegangan Dagang Kembali Panas, Trump Ancam Tarif Baru 50% ke Kanada

By Aurelia 9 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ globalnews.ca
SHARE

[Medan | 21 Juli 2026] Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Kanada dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif baru sebesar 50% terhadap sejumlah produk impor asal negara tersebut. Kebijakan ini disebut sebagai respons atas berbagai kebijakan Kanada yang dinilai merugikan produk-produk Amerika, mulai dari minuman beralkohol, produk susu, hingga industri otomotif.

Apabila benar diberlakukan dalam waktu 30 hari ke depan, kebijakan tersebut akan menjadi salah satu langkah perdagangan paling agresif Trump terhadap Kanada sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Produk Susu hingga Alkohol Jadi Sasaran

Tarif baru akan dikenakan pada sejumlah produk seperti susu dan krim, perlengkapan olahraga hoki, serta berbagai jenis minuman beralkohol asal Kanada. Namun, pemerintah AS mengecualikan sejumlah komoditas strategis seperti energi, potas, mineral kritis, produk perikanan, serta barang-barang yang sebelumnya telah dikenakan tarif sektoral, termasuk baja dan otomotif.

Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, pemerintah AS juga menegaskan bahwa tidak akan ada pengecualian bagi produk yang berada di bawah perjanjian perdagangan Amerika Utara (USMCA), sehingga ruang bagi eksportir Kanada untuk menghindari tarif menjadi semakin sempit.

Gunakan Aturan yang Belum Pernah Dipakai

Pemerintah AS menyatakan tarif tersebut diterapkan menggunakan Pasal 338 Tariff Act 1930, yang memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengenakan tarif hingga 50% terhadap negara yang dianggap melakukan diskriminasi perdagangan terhadap Amerika Serikat. Menariknya, ketentuan tersebut disebut belum pernah digunakan sebelumnya sebagai dasar pengenaan tarif impor.

Hubungan AS-Kanada Kembali Memanas

Langkah terbaru ini semakin memperburuk hubungan dagang kedua negara yang dalam beberapa bulan terakhir memang kembali mengalami ketegangan. Washington menilai Kanada telah memperlakukan produk Amerika secara tidak adil, termasuk menarik berbagai produk alkohol AS dari toko-toko, memberikan akses lebih besar kepada produk susu Uni Eropa, serta membatasi impor kendaraan dari produsen Amerika yang memindahkan fasilitas produksinya ke AS. Sebaliknya, Kanada sebelumnya mengambil langkah tersebut sebagai balasan atas berbagai tarif yang lebih dahulu diberlakukan pemerintahan Trump.

Ancaman Kembali Bayangi USMCA

Kebijakan terbaru juga muncul setelah AS memutuskan tidak memperpanjang perjanjian perdagangan bebas USMCA dengan Kanada dan Meksiko. Keputusan tersebut membuka peluang negosiasi ulang yang diperkirakan akan berlangsung panjang dan berpotensi meningkatkan ketidakpastian perdagangan kawasan Amerika Utara.

Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa Trump beberapa kali melontarkan ancaman tarif tinggi sebelum akhirnya melunak setelah proses negosiasi berlangsung atau ketika pasar memberikan respons negatif.

Dolar Kanada Langsung Melemah

Pasar langsung merespons pengumuman tersebut. Dolar Kanada melemah hingga diperdagangkan di sekitar C$1,4083 per dolar AS, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek hubungan dagang kedua negara.

Walaupun sebagian produk yang dikenai tarif memiliki porsi relatif kecil dalam total perdagangan bilateral, hubungan ekonomi AS dan Kanada tetap sangat signifikan. Nilai perdagangan barang dan jasa kedua negara sepanjang tahun lalu mendekati US$900 miliar, menjadikan Kanada salah satu mitra dagang terbesar Amerika Serikat.

Risiko Baru bagi Perdagangan Global

Apabila tarif tersebut benar-benar diberlakukan, ketegangan perdagangan Amerika Utara berpotensi kembali meningkat di tengah kondisi global yang sudah dibayangi konflik geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.

Bagi pasar keuangan, kebijakan ini berpotensi memperbesar ketidakpastian perdagangan global, meningkatkan risiko inflasi melalui kenaikan biaya impor, serta memperkuat kecenderungan investor untuk mencari aset yang lebih aman. Sementara itu, bagi Kanada, tarif baru tersebut berisiko menekan sektor ekspor, terutama industri manufaktur dan produk konsumsi yang masih sangat bergantung pada pasar Amerika Serikat.

 

 

You Might Also Like

Houthi Blokir Laut Merah, Tutup Akses Arab Saudi

Prabowo Sebut 250 BUMN Sudah Ditutup per Juli 2026, Hemat Rp 50T

Siap-siap! RUU Pusat Finansial Internasional Bakal Disahkan Jadi UU Hari Ini

Jelang Rapat Suku Bunga BI Juni, IHSG Bakal Kemana?

Gagal Bayar Sukuk, Fitch Ratings Downgrade Peringkat Utang Pos Indonesia

TAGGED: tarif Kanada, Trump
Aurelia July 21, 2026 July 21, 2026
Previous Article Prabowo Sebut 250 BUMN Sudah Ditutup per Juli 2026, Hemat Rp 50T
Next Article Houthi Blokir Laut Merah, Tutup Akses Arab Saudi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?