[Medan | 21 Juli 2026] Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menutup, menggabungkan, dan mengonsolidasikan sekitar 250 badan usaha milik negara (BUMN) hingga akhir Juli 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari program restrukturisasi besar-besaran untuk menyederhanakan struktur perusahaan pelat merah sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.
Prabowo menargetkan proses konsolidasi tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga jumlah BUMN dapat dipangkas menjadi sekitar 350 perusahaan.
Efisiensi Diklaim Capai Rp50 Triliun
Menurut Prabowo, pengurangan jumlah BUMN telah menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun. Nilai efisiensi tersebut bahkan diperkirakan masih berpotensi meningkat hingga Rp70–80 triliun apabila proses restrukturisasi berjalan sesuai rencana sampai akhir tahun. Ia menilai banyaknya jumlah BUMN sebelumnya membuat pengelolaan perusahaan negara menjadi tidak efisien dan berpotensi membebani keuangan negara.
Restrukturisasi Jadi Fokus Danantara
Program konsolidasi yang dijalankan Danantara tidak hanya dilakukan melalui penutupan perusahaan, tetapi juga melalui proses merger dan penggabungan entitas usaha yang memiliki fungsi serupa. Langkah tersebut diharapkan mampu menyederhanakan struktur korporasi BUMN, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas perusahaan negara dalam jangka panjang.
Danantara Masih Susun Laporan Keuangan
Di tengah proses restrukturisasi tersebut, Danantara sebelumnya juga telah mempublikasikan perkembangan kinerja sejumlah BUMN selama periode April 2025 hingga April 2026.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan sejumlah perusahaan pelat merah berhasil membukukan pertumbuhan laba yang positif. Menurutnya, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga menunjukkan perbaikan kinerja meskipun tidak seluruhnya dipublikasikan. Namun demikian, laporan keuangan konsolidasian Danantara hingga kini masih dalam proses penyelesaian karena masih menjalani tahapan audit sesuai ketentuan yang berlaku.
Fokus pada Investasi Strategis
Selain menjalankan restrukturisasi BUMN, Danantara juga mulai mengarahkan investasi pada sejumlah proyek strategis nasional. Beberapa investasi yang telah diumumkan antara lain pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah serta proyek waste-to-energy untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui kombinasi restrukturisasi perusahaan negara dan investasi strategis tersebut, pemerintah berharap Danantara mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara sekaligus menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

