IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Ancam Gempur Iran, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 90 per Barel

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ npr.org
SHARE

[Medan | 30 Juli 2026] Harga minyak dunia kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah semakin meningkat, terutama setelah cadangan minyak mentah AS juga mengalami penurunan tajam.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah Brent ditutup naik hampir 7,9% ke level US$90,74 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas US$84 per barel setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan.

Ancaman Trump Kembali Tingkatkan Ketegangan

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran akan menerima serangan balasan yang lebih besar setelah serangan terhadap pasukan AS di Yordania. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik antara Washington dan Teheran masih jauh dari selesai.

Sejumlah pejabat dan mantan pejabat dari AS, Iran, serta Eropa menilai konflik berpotensi berlangsung selama berbulan-bulan. Hingga kini kedua negara masih belum menemukan titik temu terkait pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz maupun peluang tercapainya gencatan senjata yang lebih permanen. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik (geopolitical risk premium) ke dalam harga minyak.

Cadangan Minyak AS Terus Menurun

Sentimen kenaikan harga minyak juga diperkuat oleh data pasokan dari Amerika Serikat. Persediaan minyak mentah komersial AS mencatat penurunan terbesar sejak pertengahan Juni, menandakan pasokan mulai mengetat di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, cadangan minyak strategis Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve/SPR) juga terus menyusut dan telah turun selama 18 minggu berturut-turut hingga mencapai level terendah sejak 1983. Penurunan tersebut mempersempit ruang pemerintah AS untuk meredam lonjakan harga apabila konflik semakin memburuk.

Risiko Pasokan Masih Tinggi

Pasar energi global masih dibayangi risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Selain konflik langsung antara AS dan Iran, kelompok Houthi yang didukung Iran juga mengancam memperluas blokade terhadap jalur pelayaran di kawasan Laut Merah dan Arab Saudi. Sementara itu, pasukan yang didukung Riyadh bersama AS terus melakukan operasi militer terhadap kelompok bersenjata di Irak.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pasar sebelumnya terlalu cepat mengasumsikan peluang perdamaian. Menurutnya, Iran masih bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sebagai bagian dari setiap potensi kesepakatan, sehingga risiko gangguan pasokan minyak global masih tetap tinggi.

 

 

You Might Also Like

S&P Peringatkan Risiko Pengunduran Diri Gubernur BI Terhadap Kebijakan Moneter RI

The Fed Tahan Suku Bunga, Tapi Peluang Kenaikan Masih Terbuka

IHSG Turun 1% Lebih, Gara-gara Pidato Prabowo Lagi?

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

Menkop Sebut Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Selama 2 Tahun

TAGGED: harga minyak dunia, Iran-AS
Aurelia July 30, 2026 July 30, 2026
Previous Article The Fed Tahan Suku Bunga, Tapi Peluang Kenaikan Masih Terbuka
Next Article S&P Peringatkan Risiko Pengunduran Diri Gubernur BI Terhadap Kebijakan Moneter RI
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?